Cerita Inspirasi tentangku dan tentangnya

Nama               : Nesya Nova Febriane

NRP                : F24100135

Laskar             : 6

Berikut adalah cerita dari pengalaman pribadiku yang aku harap dapat menjadi inspirasi bagi orang lain:

Seekor kupu-kupu hinggap di jendela kamarku, memamerkan sayap warna-warninya yang sangat indah. Bintik-bintik keemasan pada sayapnya tampak sangat berkilau tertimpa cahaya matahari. Dengan anggun, ia pun terbang bebas ke langit biru yang luas dalam hembusan embun di pagi hari yang cerah.

Aku begitu takjub melihat makhluk yang mempesona satu ini. Kupu-kupu ini tadinya hanya seekor ulat bulu berwarna hitam yang bagiku sungguh menggelikan. Namun sekarang ia telah benar-benar berubah menjadi ciptaan yang baru. Ia sekarang adalah seekor kupu-kupu dengan sayap cantik yang siap untuk menjelajahi dunia.

Aku jadi teringat akan diriku sendiri dan perjalanan hidupku yang harus kulalui melalui proses perubahan. Beberapa bulan yang lalu, aku harus dihadapkan dengan berbagai tantangan hidup. Baik masalah sekolah, maupun masalah keluarga yang intinya tentang masa depanku.

Dimulai dari ujian nasional (UN) yang banyak sekali ditakuti oleh siswa-siswa kelas XII di setiap tahun, begitu pula aku dan teman-teman sekelasku yang merasa belum siap menghadapi ujian yang diadakan serentak seluruh Indonesia itu. Kami pada saat itu sungguh tidak siap menghadapi UN Fisika, hal itu dikarenakan guru kami yang sering sekali absen untuk mengajar. Kami pun bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan kami dengan berbagai cara, dimulai dari belajar bersama semalaman hingga mencari informasi sendiri-sendiri bagaimana cara memecahkan soal dan saling berbagi. Puji Tuhan kami pun akhirnya lulus UN.

Selanjutnya aku dihadapkan dengan pertanyaan kemana aku harus melanjutkan studi. Tentu saja targetku adalah masuk perguruan tinggi negeri. Perjuanganku dimulai dari USMI IPB, sayangnya aku belum beruntung sehingga tidak lulus dari sistem kualifikasi. Kemudian aku mencoba ikut SIMAK UI dan UTM IPB. Lagi-lagi aku belum berhasil.

Hingga satu-satunya jalan terakhir yang kucoba adalah jalur SNMPTN. Pada saat itu, aku sudah benar-benar putus harapan. Aku mengikuti bimbingan belajar intensif sekitar 2 bulan, dan selama itu hingga pengumuman SNMPTN aku berdoa novena, doa khusus yang menurut kepercayaanku diperuntukkan bagi orang yang memohon sesuatu yang penting. Puji Tuhan akhirnya aku pun lulus SNMPTN, dan kuliah di Institut Pertanian Bogor.

Dari rentetan peristiwa yang harus kulalui, aku menjadi sadar bahwa ternyata Tuhan sengaja memberikanku berbagai cobaan untuk memperjuangkan cita-citaku dengan terus berada di dalam jalan-Nya, terus berdoa dan memohon rahmat-Nya. Buktinya di setiap tes-tes ujian yang pernah kuikuti, aku tidak berdoa sungguh-sungguh dan aku tidak lulus. Tetapi ketika aku menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, aku diberi kemudahan dan keberhasilan. Aku percaya Tuhan akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya, dan Tuhan akan memberikan segala sesuatu yang baik bagi umat-Nya. Aku juga disadarkan untuk selalu mendekatkan diri dan bertumbuh di dalam doa menuju keberhasilan.

Nama               : Nesya Nova Febriane

NRP                : F24100135

Laskar             : 6

Berikut adalah cerita tentang temanku yang sangat memberi inspirasi untukku, dan aku harap juga dapat menginspirasi banyak orang:

Edward berusia 13 tahun ketika bergabung dengan tim Tae Kwon Do di SMPku dulu. Beberapa waktu kemudian, ia pun diangkat menjadi ketua tim. Dan tak lama setelah itu, ia berhasil menjuarai beberapa pertandingan Tae Kwon Do yang diadakan di kota kami.

Edward memamg tipe orang yang mempunyai daya saing dan semangat juang yang tinggi. Namun ia lebih sering bersaing dengan dirinya sendiri, salah satunya dengan menjadi anggota pencinta alam.  Ia pernah mendaki Gunung Pangrango dan Gunung Gede.

Pasti banyak orang mengira, apa yang spesial dari orang yang bisa mendaki gunung-gunung itu. Toh banyak juga orang yang bisa mendaki gunung itu. Tetapi sebenarnya Edward adalah manusia yang terlahir dengan penyakit yang menyebabkan daya penglihatannya semakin menurun. Dan ia mengalami kebutaan total pada usia 11 tahun, sebelum semua prestasi-prestasi itu dicapainya. Tapi Edward menunjukkan kebutaan pada dirinya bukanlah sebuah ketidakberdayaan, ia hanya menganggap kebutaannya sebagai gangguan. Menjadi buta bukan berarti tidak bisa melakukan apapun. Hanya kamu harus menemukan cara lain untuk melakukannya.

Ketidakberdayaan ada pada tubuh. Cacat ada di dalam pikiran. Acap kali kita melakukan kesalahan dengan tidak membedakan kedua hal itu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment